Minggu, 26 Mei 2013
Rindu Kebersamaan
Senin, 07 Januari 2013
permainan tradisional jawa tengah
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Permainan-permainan tradisional memiliki nilai positif, misalnya anak menjadi banyak bergerak sehingga terhindar dari masalah obesitas anak. Sosialisasi mereka dengan orang lain akan semakin baik karena dalam permainan dimainkan oleh minimal 2 anak. Selain itu, dalam permainan berkelompok mereka juga harus menentukan strategi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota tim. Kendalanya adalah terbatasnya lapangan di kota-kota besar, sementara banyak permainan yang memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah karena larangan dari orang tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi terbakar karena bermain di lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang memberikan mainan elektronik yang disukai anak. Padahal permainan tradisional merupakan jenis permainan yang mengandung nilai-nilai budaya pada hakikatnya merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan keberadaannya. Seperti permainan tradisional dari Jawa Tengah. Jawa Tengah adalah daerah yang sangat terkenal dengan seni dan budayanya. Beragam permainan tradisional dan banyak yang ada di daerah Jawa Tengah yang biasa dimainkan oleh anak-anak maupun kalangan dewasa. Berikut 3 permainan Tradisonal Jawa Tengah yang akan penulis bahas. B. Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah: a. Melestarikan permainan tradisional sebagai ciri khas bangsa Indonesia. b. Memperkenalkan permainan tradisional Indonesia terutama ke masyarakat Indonesia sendiri yang tidak kenal dengan permaina tradisional tersebut. c. Memberikan pengertian kepada orang tua-orang tua bahwa anak tersebut membutuhkan yang namanya permainan agar tidak setres d. Mengajarkan anak-anak Indonesia berfikir kreatif dengan apa yang ada di sekitarnya sehingga diharapkan kelak anak-anak tersebut menjadi manusia dewasa yang kreati dalam hal yang positif). C.Rumusan Masalah Sesuai dengan pendahuluan di atas maka dapat di simpulkan masalah sebagai berikut : 1.Bagaimana cara untuk memperkenalkan macam-macam permainan tradisional terutama Jawa Tengah 2.Bagaimana cara melestarikan permainan tradisonal tersebut 3.Bagaimana cara untuk meningkatkan kesukaannya pada permainan tradisional terutama permainan dari jawa tengah BAB II PEMBAHASAN A.Cublak cublak suweng a.Sejarah permainan cublak cublak suweng Kata “cublak” adalah sebuah kata kebiasan atau idium yang digunakan untuk sebuah permainan saling tebak, sedang kata suweng artinya adalah hiasan telinga (bukan anting anting atau giwang)(ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting. Cublak cublak suweng berasal dari Jawa Tengah . Permainan ini diciptakan oleh salah seorang wali songo yaitu Syekh Maulana Ainul Yakin atau yang biasa dikenal dengan Sunan Giri. Sunan giri menyebarkan agama islam di Indonesia khususnya pulau jawa dengan jalur kebudayaan. Maka ia menghadirkan syair cublak-cublak suweng ini yang akhirnya di jadikan permainan dikalangan anak-anak. b.Tujuan permainan cublak cublak suweng Permainan Cublak – cublak suweng ini dimainkan bertujuan untuk melatih daya tangkap dan daya tebak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi, kemudian Anak belajar menyanyi, mencocokkan ritme lagu dengan gerakan tangan, mengenal bahasa Jawa, melatih motorik halus, dan belajar mengikuti aturan. c.Bentuk permainan cublak cublak suweng Permainan cublak cublak suweng ini dimainkan secara individual dalam satu kelompok oleh anak-anak, remaja putra-putri dan biasanya di mainkan di halaman atau dalam ruangan. d.Jumlah permainan cublak cublak suweng Permainan ini dimainkan oleh beberapa anak/orang, tetapi minimal tiga orang. Akan tetapi lebih baik antara 6 sampai delapan orang. Dengan umur berkisar 6-14 tahun. Bagi yang masih berumur 6 – 9 tahu adalah masih belajar, sedangkan bagi yang berumur 10 – 14 tahun adalah melatih adik-adiknya yang masih kecil, dengan menggunakan Satu buah biji-bijian/ kerikil yang bisa digenggam. e.Tata cara bermain permainan cublak cublak suweng •Gambreng dan yang kalah menjadi Pak Empo. •Dia berbaring telungkup di tengah, anak-anak lain duduk melingkar. •Buka telapak tangan menghadap ke atas dan letakkan di punggung Pak Empo. •Salah satu anak memegang biji/ kerikil dan dipindah dari telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublek Suweng. “Cublak cublek suweng, suwenge ting gelenter, mambu ketundung gudel. Pak empo lirak-lirik, sapa mau sing delekke. Sir sir pong dele gosong, sir sir pong dele gosong”. •Pada kalimat ”Sapa mau sing delekke” serahkan biji/ kerikil ke tangan seorang anak untuk disembunyikan dalam genggaman. •Di akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan kerikil, sambil menggerak-gerakkan tangan. •Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji/ kerikil disembunyikan. •Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji/ kerikil gantian menjadi Pak Empo. •Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi. f.Kemampuan yang dikembangkan -Moral dan Nilai-nilai agama : Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, menghargai teman dan sabar menunggu giliran -Sosial Emosional : mengerti aturan main, memperoleh kesenangan dalam bermain, memupuk sikap kerjasama serta rasa sosialisi dan sabar menunggu giliran. -Bahasa : mengenal kosakata baru, mengenal lingkaran -Seni : bernyanyi B.Jamuran a.Sejarah permainan jamuran Bagi anak-anak perempuan masyarakat Jawa Tengah ( Yoyakarta) yang hidup di sekitar tahun 1960-hingga 1970-an tentu tidak asing lagi dengan dolanan anak yang disebut Jamuran. Ketika televisi belum menjamur seperti sekarang, hiburan mereka kebanyakan adalah bermain di lapangan terbuka. Beraneka ragam dolanan anak mereka mainkan, salah satunya adalah jamuran. Seiring dengan merebaknya hiburan televisi dan lainnya, permainan tradisional jamuran ini sudah jarang lagi dimainkan oleh anak-anak perempuan. Jika masih ada pun hanya sebatas dalam kegiatan festival, workshop, seminar, atau sejenisnya. Dari segi istilah, kiranya nama jamuran diambil dari nama tumbuhan jamur. Jamur yang berbentuk seperti payung bulat itulah yang menjadi inspirasi nama dolanan jamuran. Berarti jamuran adalah sebuah nama dolanan, yang permainannya membentuk lingkaran seperti jamur. Maka anak-anak menyebutnya dengan dolanan jamuran. Biasanya yang memainkan dolanan jamuran ini adalah anak-anak perempuan. Namun tidak menutup kemungkinan juga dimainkan oleh anak-anak laki-laki atau campuran. Sementara umur anak-anak yang bermain dolanan ini setingkat usia TK sampai SD, sekitar 6-13 tahun. Jika ada anak di bawah usia 6 tahun ikut, biasanya dianggap pupuk bawang atau bawang kothong alias dianggap cuma ikut-ikutan, karena dianggap belum paham tentang cara bermain yang sesungguhnya. Dolanan jamuran ini, dulu sering dimainkan di saat waktu senggang di hari libur di saat pagi, sore, atau malam hari ketika bulan purnama. Syair yang di nyanyikan pada waktu permainan jamuran sebagai brikut “jamuran yo ge ge tok,. jamur opoooooooo yo gege tok,.. siro bade jamur opo?” b.Tujuan permainan jamuran Tujuan permainan jamuran itu sebagai berikut: •Melatih seni vokal •Membangun mentalitas •Meningkatkan kecekatan dalam mengambil keputusan •Memberikan hiburan yang menyehatkan lahir dan batin •Melatih motorik kasar dan halus c.Bentuk permainan jamuran Permainan Jamuran dimainkan secara individual dalam satu kelompok oleh anak-anak perempuan saja atau campuran anak laki-laki dan perempuan. Permainan ini tidak membutuhkan peralatan bantu kecuali hanya tanah lapang atau halaman yang cukup luas. Biasanya memakai halaman rumah, halaman sekolah, halaman balai desa, atau di lapangan. d.Jumlah permainan jamuran Dilakukan oleh lebih dari empat orang,.. dengan salah satunya menjadi orang yang “jadi”,.. yaitu orang yang berdiri di tengah yang diharuskan bisa menjawab pertanyaan anak-anak yang mengelilinginya. Idealnya sekitar 10 anak. e.Tata cara bermain permainan jamuran •Sebelum permainan ini dimulai biasanya di awali dengan hompimpah / cap cip cup untuk menentukan siapa menang siapa kalah. •anak-anak yang menang, bergandengan membentuk lingkaran sambil melantunkan syair jamuran. •sementara satu anak yang berdiri di tengah lingkaran yang menandakan bahwa anak itu yang kalah. •tiba pada kalimat 'sira badhe jamur apa?', si anak yang berada di tengah lingkaran lantas berteriak menyebut sebuah gerakan pura-pura yang wajib kami perbuat. •anak-anak lain yang semula bergandengan tangan membentuk lingkaran, kontan berhamburan. Untuk menirukan seperti apa yang di ucapkan si anank yang kalah tadi. f.Kemampuan yang dikembangkan -Moral dan Nilai-nilai agama : berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan bermain, menghargai teman. -Sosial Emosional : dapat menerima resiko jika melakukan kesalahan, dapat meningkatkan kecekatan dalam mengambil keputusan dan dapat bermain dengan senang. -Bahasa : dapat memperkaya kosa kata baru, dapat mengenal bentuk simbol sederhana -Seni : dapat bernyanyi -Fisik : bergaya dengan beberapa variasi CDakon a.Sejarah permainan Dakon Permainan dakon dikenal sebagai permainan tradisional masyarakat Jawa sekalipun permainan ini dikenal juga di daerah lain. Pada masa lalu permainan ini sangat lazim dimainkan oleh anak-anak bahkan remaja wanita. Tidak ada yang tahu mengapa permainan ini identik dengan dunia wanita. Menurut beberapa pendapat karena permainan ini identik atau berhubungan erat dengan manajemen atau pengelolaan keuangan. Pada masa lalu (bahkan hingga kini) kaum hawa disadari atau tidak berperanan penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Dakon dianggap menjadi sarana pelatihan terhadap pengelolaan atau manajemen keuangan tersebut. Untuk kaum adam mungkin permainan semacam ini dianggap terlalu feminine, kurang menantang, tidak memerlukan kegiatan otot dan pengerahan tenaga yang lebih banyak. Jadi, barangkali dianggap terlalu lembut. b.Tujuan permainan Dakon Dari permainan Congklak/ dakon ini tujuannya sebagai berikut: * Sarana pelatihan terhadap pengelolaan atau manajemen keuangan. * Melatih untuk terampil dan cermat. * Melatih jiwa sportif, jujur, adil, dan akrab dengan orang lain. c.Bentuk permainan Dakon Permainan Congklak ini tidak memerlukan iringan baik berupa nyanyian maupun suara musik tertentu. Dulu biasanya permainan di lakukan di pendopo, sekarang bisa di teras, beranda rumah, atau bawah pohon. Ada alatnya yang sekarang banyak dijual dalam bahan plastik dan kayu. Lubang dalam Congklak atau Dakon ada 16, masing-masing sisi 6 lubang dan 1 di pojok untuk menampung sisa biji ketika permainan berlangsung. Untuk masing-masing lubang diisi biji-biji sejumlah 8. Jadi total biji yang harus tersedia 6 lubang dikali 8 biji adalah 48. Di kalikan 2 pemain (48 biji x 2 pemain) total 96 biji. d.Jumlah permainan Dakon Jumlah pemain hanya dua orang yang masing-masing bertugas membagi biji-bijian sawo, walau sekarang sudah tidak hanya dari biji sawo. Tapi dibuat bentuk biji-bijian plastik atau bisa juga kerang. e.Tata cara bermain permainan Dakon Beberapa peraturan dalam permainan Congklak ini adalah : * Dalam putaran, setiap lubang harus dimasukkan sebuah biji sampai biji habis. * Pemenang adalah yang mempunyai tabungan biji paling banyak. * Dua pemain duduk berhadapan dengan lubang dakon sudah terisi 8 biji-bijian. Cara menentukan siapa yang akan menjalankan pertama kali yaitu dengan suit jari. * Mulailah dari yang menang suit jari mulai membagikan biji-bijiannya dengan jalan melangkah ke arah kanan sampai akhirnya biji terbagi habis. * Bila biji habis pada suatu lubang yang tidak ada lagi biji-biji yang bisa diambil untuk berputar maka ganti lawannya untuk menjalankan permainan dengan cara yang sama mengambil biji-bijian dalam salah satu lubang diputarkan dengan melewati lubang yang sengaja di kosongkan untuk menampung biji-biji sebagai tabungan atau perolehannya. * Paling beruntung adalah bila biji terakhir habis jatuh pada salah satu lubang rumah sendiri dan didepannya adalah lubang lawan terdapat sekelompok biji-bijian. Nah, biji-bijian di lubang lawan menjadi hak milik. Istilahnya kita nembak atau panen. * Permainan berakhir bila biji-bijian sudah habis dari dua pemain dan tidak ada lagi yang diputar. Kemudian masing-masing tabungan dibuka dan pemenangnya adalah yang biji-bijiannya paling banyak. f.Kemampuan yang dikembangkan -Moral dan Nilai-nilai agama : berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan -Sosial Emosional : dapat memecehkan masalah sendiri, dapat sabar menunggu giliran, dapat bersikap jujur dan adil, senang dalam bermain -Bahasa : mengenal simbol sederhana, berbincang dengan lawan main -Kognitif : mengelompokkan benda yang sama dan sejenis, membedakan besar dan kecil dan mengenal konsep bilangan 1-10 -Fisik : menuang biji-bijian tanpa tumpah melalui koordinasi mata dan tangan. BAB III PENUTUP A.Kesimpulan permainan tradisional merupakan jenis permainan yang mengandung nilai-nilai budaya pada hakikatnya merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan keberadaannya. Seperti permainan tradisional dari Jawa Tengah Jawa Tengah adalah daerah yang sangat terkenal dengan seni dan budayanya. Beragam permainan tradisional dan banyak yang ada di daerah Jawa Tengah yang biasa dimainkan oleh anak-anak maupun kalangan dewasa. Berikut 3 permainan Tradisonal Jawa Tengah sebagai berikut : Cublak-cublak suweng, Jamuran, dan Dakon. Tujuannya untuk melestarikan permainan tradisional sebagai ciri khas bangsa Indonesia,memperkenalkan permainan tradisional Indonesia terutama ke masyarakat Indonesia sendiri yang tidak kenal dengan permaina tradisional tersebut, memberikan pengertian kepada orang tua-orang tua bahwa anak tersebut membutuhkan yang namanya permainan agar tidak setres dan mengajarkan anak-anak Indonesia berfikir kreatif dengan apa yang ada di sekitarnya sehingga diharapkan kelak anak-anak tersebut menjadi manusia dewasa yang kreati (dalam hal yang positif). B.Saran Kita sebagai generasi muda sebaiknya melestarikan permainan-permainan tradisional yang merupakan aset budaya di Indonesia. Agar permainan tradisional tersebut tidak punah dan agar permainan ini akan terus berkembang dan dilestarikan untuk generasi selanjutnya.
Minggu, 09 Desember 2012
kerinduan
Aku rindu kedamaian..
Aku rindu kesejukan..
Aku rindu keindahan..
Aku rindu kehangatan..
Dalam kedamaian,,
Aku mampu bertahan yang jauh dari kemunafikan hidup..
Dalam kesejukan,,
Aku mampu merasakan kehidupan yang lebih alami dari biasanya..
Dalam keindahan,,
Aku mampu melihat surga dunia Illahi yang begitu sempurnanya..
Dalam kehangatan,,
Aku mampu menikmati malam yang dingin ini dengan penuh keceriaan dan jauh dari kecanggungan belaka..
Jumat, 06 April 2012
aku inginkan dia
Aku inginkan dia yang bisa bicara benar padaku dan bukan hanya membenarkan kata-kataku..
Aku inginkan dia yang bisa kembali menegakkan bahuku dan mampu
membuatku menatap kembali kedepan, bukan seseorang yang hanya memberiku
sandaran yang membuatku menyesali dan tengelam dalam kegagalanku..
Aku inginkan dia yang mampu menjadi imam dalam hidupku dan mampu membawaku mendekat pada apa yang aku yakini...
Aku inginkan dia yang tidak menghandalkan kata manis untuk membuatku
luluh namun membuatku merasa teristimewa hanya dengan kemampuannya dalam
memahamiku..
Aku inginkan dia yang mengajariku untuk terlalu
sibuk berusaha hingga aku lupa meluangkan waktuku untuk terus
mengeluhkan sesuatu yang belum kucapai...
Aku inginkan dia yang mampu mengingatkanku saat aku lengah dan terlena dalam keberhasilan yang kucapai..
Aku inginkan dia yang bisa menerimaku apa adanya,memberiku tempat
disisinya sebagai teman berbagi dan menghargaiku sebagai seorang wanita
yang ia cintai
Aku inginkan dia yang membuatku bangga,bukan karena betapa rupawannya ia,tapi karena kebaikan hatinya..
Aku inginkan dia yang bisa mengajakku sejenak menunduk saat aku terus
menatap keatas dan lupa bersyukur untuk apa kumiliki saat ini..
Aku mengenal arti Kehidupan yang sesungguhnya itu berawal dari ALAM,,
Aku mengenal arti Kehidupan yang sesungguhnya itu berawal dari ALAM,,
Diposting oleh Ari Lela Nurjanah 0 komentar
Label puisi alam
Sabtu, 11 Februari 2012
puisi ALAM
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
menggugurkan daunnya
Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengepakkan ekornya
Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya
Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
Jumat, 10 Februari 2012
BIMBANG
Kamis, 09 Februari 2012
diambil dari"sebelum engkau halal bagiku"
v Seseorang hadir di hidupmu karena sebuah alasan..Mereka datang menawarkan kebahagiaan dan juga kekecewaan.Ada yang hanya sesaat,tetapi ada pula yang setia setiap saat.Mereka datang silih berganti meninggalkan kisah yang kadang perih,,Namun percayalah,akan ada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa di hidupmu,..Allah Azza Wa Jalla sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah,sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat,agar kamu bisa mensyukuri Karunia-Nya..
diambil dari"sebelum engkau halal bagiku"
Diposting oleh Ari Lela Nurjanah 0 komentar
Label kata mutiara
CINTA
Selasa, 31 Januari 2012
Dengarkanlah suara hatimu
cinta membuatku murtad
Aku seorang wanita berusia 27 tahun. Dua tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak ke dunia. Hanya saja mungkin keadaanku sebagai seorang ibu berbeda dengan ibu-ibu yang lain. Mereka senantiasa memandang wajah putra dan putrinya dengan tatapan kasih sayang, bangga dan penuh cinta. Sedangkan aku? Yang kudapat saat menatap bola matanya adalah kepedihan yang teramat perih dari kisi-kisi hati yang tersayat sesal.
Sebelum peristiwa pahit itu menyapa dalam hidupku, kehidupanku yang sederhana senantiasa diliputi oleh ketenangan. Aku bahagia dengan keadaanku, dengan rutinitasku. Setiap hari kujalani dengan hati yang riang sebagai seorang wanita. Kebanggaanku pada kehormatan yang senantiasa kujaga demi satu mimpi mendapatkan keluarga yang bahagia suatu saat nanti. Hingga sosok itu hadir menghancurkannya.
Peristiwa itu bermula saat aku bekerja sebagai salah satu staf tata usaha di sebuah akademi kesehatan di kota Daeng. Aku berkenalan dengan dengan seorang pria yang mengaku bujang. Dia juga bekerja sebagai staf tata usaha di kampus tempatku bekerja, namun jabatannya lebih tinggi dariku.
Seperti kata orang, “mulanya biasa saja,” yah, memang semuanya biasa saja. Saling ber-say hello, bercerita, bercanda, bertegur sapa. Sesuatu yang lazim dilakukan oleh sesama pegawai staf. Apalagi dalam satu kantor. Hingga waktu terus berjalan seiring dengan hubungan kami yang begitu akrab. Semuanya mulai menjadi sesuatu yang tidak biasa lagi.
Jujur saja, dalam hal agama, pengetahuanku memang tidak terlalu dalam. Orang mungkin biasa mengatakannya “awam”.
Di alam pikiranku, bergaul dengan lawan jenis itu adalah sesuatu yang biasa. Seperti yang terjadi ditengah masyarakat. Apalagi aku dilahirkan dari lingkungan keluarga yang pendidikan agamanya “biasa-biasa saja” tidak mengenal apa itu tarbiyah, ikhtilath, ghibah, dan istilah-istilah yang lain.
Sebenarnya aku tidak pernah berkeinginan untuk dekat dengannya, karena pertimbangan beda agama. Dia seorang non muslim. Namun rayuan demi rayuannya, perjuangannya mendekatiku, janji manisnya, perhatiannya yang berlebihan dan tidak henti-henti meski selalu kutolak dengan cara yang halus, sedikit demi sedikit meluluhkan hatiku.
Gayung pun bersambut, akhirnya kuterima uluran tangannya. Waktu itu aku tidak berpikir untuk serius.
Hanya sekedar pengisi waktu saja. Apalagi dia sudah banyak berkorban untukku, dan aku merasa kasihan padanya. Waktu itu aku berpikir suatu saat nanti aku akan minta putus. Mudah kan?
Hubungan kami pun berjalan secara rahasia, back street. Untuk menghindari ocehan dan desas desus penghuni kampus.
Seiring dengan waktu yang mengantar kebersamaanku dengannya, entah mengapa tanpa sadar aku sudah mulai menyukainya, mencintainya. Aku tidak tahu, apa yang telah membuatku begitu tergila-gila kepadanya. Kehidupannya juga sederhana, wajahnya malah dibawah rata-rata. Apa karena rayuannya? Kelihaiannya mengumbar rayuan gombal menjadikanku merasa tersanjung dan berbunga-bunga. Seakan-akan akulah wanita yang paling menarik di dunia ini.
Di sampingnya aku selalu merasa yang terbaik. Dia sungguh pandai menggombal.
Tak pernah kusangka dan kuduga sebelumnya, hubunganku dengannya sudah melewati ambang batas moral dan norma agama.
Tragedi yang tak mungkin pernah bisa kulupakan dalam lembaran sejarah hidupku. Aku hamil. Aku tidak tahu, iblis mana yang merasukiku waktu itu. Mengapa aku bisa menjadi sehina ini? Mengorbankan sesuatu kepada seseorang yang sebenarnya tidak berhak dan tidak boleh mengusiknya.
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak berani lagi pulang ke kampung dengan corengan hitam di wajahku. Tidak sampai di situ, entah darimana pihak birokrasi kampus mengetahui kehamilanku di luar nikah, yang berujung dengan memecatku.
Pihak kampus tidak mengetahui siapa bapak dari bayi yang kukandung. Dia mengancamku dan menyuruhku untuk tutup mulut. Aku tersudut. Entah mengapa dia sudah begitu menguasai hidupku. Seakan membuatku tak mampu bergerak.
Dan aku tidak mengerti, mengapa aku selalu menurut saja pada setiap kata dan perintahnya. Yang bisa kulakukan hanya memohon kepadanya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya terhadapku.
Ia bersedia menikahiku dengan satu syarat, aku harus keluar dari Islam dan masuk ke agamanya. Menjadi seorang non muslim sepertinya.
Ternyata orang yang selama ini mencurahkan perhatiannya -yang kukira tulus untukku- adalah seorang misionaris.
Istilah ini juga baru kukenal setelah semuanya sudah terlanjur terjadi. Selama ini istilah itu hanya lewat saja di kepalaku. Masuk telinga kiri, keluarpun juga lewat telinga yang sama. Aku tidak pernah membayangkan jika aku akan menjadi korbannya. Aku tidak pernah menduga kalau istilah dan kekhawatiran sebagian kaum muslim tentang misi itu ternyata menimpa kehidupanku.
Mirisnya karena aku sudah terlanjur menjadi korbannya. Kakiku sudah sulit dan mungkin tidak bisa lagi aku tarik kembali. Yang ada di kepalaku saat itu bukan lagi tentang aqidahku, tetapi tentang makhluk kecil yang ada di rahimku. Tentang aib, tentang calon istri bayi yang aku juga mulai mencintainya. Aku tidak ingin menggugurkannya. Ia darahku dan aku ingin merasakan desahan nafasnya. Merasakan kaki-kaki kecilnya nanti akan meronta di dalam dekapanku.
Otakku sudah buntu, bagiku sudah tak ada lagi pilihan lain.
Aku tidak sanggup menghadapi aib ini sendiri, imanku begitu lemah. Aku tidak mau bayiku terlahir tanpa ayah dan akan dicemooh kelak di tengah masyarakat. Ditambah lagi siapa yang akan menanggung beban ekonomi kami nanti? Sedangkan aku sudah dipecat dan menjadi salah satu dari sekian banyak pengangguran yang ada di kota ini.
Akhirnya, kuikuti keinginannya. Kujual akidahku dengan harga yang sangat murah dan tak bernilai. Kulepas jilbab yang selama ini menutup kepalaku, beralih ke agamanya, murtad dari agama Islam yang benar dan suci.
Tapi lagi-lagi, keputusanku itu bukanlah hal yang tepat. Saat ini, meskipun ia sudah berhasil menjadikanku sebagai salah satu korban misinya, ia tengah berusaha mendekati dan mengejar seorang mahasiswi, tetap di kampus yang sama. Korban misi yang berikutnya.
Aku sama sekali tidak berdaya, aku sangat lemah dan pengecut.
Aku selalu ketakutan dengan ancaman-ancaman dan perlakuannya yang keras dan kasar. Aku ketakutan pada kekasaran tangannya yang selalu menyiksa tubuhku. Rasanya perih. Aku menjadi semakin lemah. Aku tak tahu mengapa harus menjadi seperti ini? Padahal bisa saja aku lari menjauh dari hidupnya. Tapi lagi-lagi tetap saja aku tidak bisa. Ada yang mengikatku dengannya, sesuatu yang tidak aku mengerti.
Tapi hatiku sedikit lega saat kudengar bahwa mahasiswi itu memiliki sahabat seorang akhwat berjilbab besar yang selalu bersamanya. Akhwat itu pastilah lebih mengerti tentang kristenisasi dan akan memahamkan dirinya. Sehingga mau tidak mau, misionaris yang saat ini sudah menjadi suamiku sulit unutk bisa mendekatinya.
Saat kisah ini dituturkan, aku masih dalam keadaan seperti ini, terkatung dalam penderitaan dan penyesalan. Penderitaanku ini mungkin adalah balasan atas dosa besar yag telah kuperbuat.
Hanya ini yang bisa kulakukan untuk para calon ibu di manapun berada.
Semoga kisahku ini yang hanya berwujud tinta di atas kertas, dapat dibaca dan dijadikan sebagai pelajaran bagi seluruh perempuan -khususnya para remaja muslimah- bahwa misionaris sedang berkeliaran di sekitar kita dengan metode-metodenya yang beragam.
Selagi masih sempat, belajarlah tentang agama Allah. Jangan tunggu sampai menyesal seperti keadaanku sekarang. Jangan menunggu sampai kau merasa bingung dengan tindakan apa yang harus kau lakukan saat kehancuran kita sebagai wanita yang gagal mempertahankan kehormatannya menyapa.
Selagi muda, belajar dan belajarlah untuk memperkuat aqidah keislaman yang mulia. Kenalilah mereka dari metode-metode apa saja yang mereka gunakan.
Tingkatkan kewaspadaan dan tolong sebarkan pada saudarimu yang lain. Agar tidak lagi menjadi tangis penyesalan seperti yang aku alami terhadap mereka. Agar tidak ada lagi terjadi perusakan fitrah terhadap bayi-bayi yang tak berdosa. Jika ibu mereka adalah Islam, maka insya Allah anaknya juga akan Islam.
Habiskan waktumu untuk ilmu, dan jangan kau habiskan untuk mencari-cari trend model terbaru, berjalan di mall tanpa manfaat atau menghabiskannya di kegelapan malam dengan lelaki yang kau pandang sebagai kekasih.
Mereka bukan kekasih …, tetapi serigala yang ingin menelanmu bulat-bulat. Bacalah buku-buku atau majalah-majalah Islami. Jadilah wanita yang cerdas dan tangguh. Belajarlah dari kesalahan dan kelemahanku. Belajarlah dari penyesalan dan penderitaanku. Sungguh …, apa yang kualami sangat menyakitkan. Kau akan merasa antara hidup dan mati. Tak ada lagi senyum ceria. Air matapun mengering. Selagi kau bisa meniti dan merencanakan mada depanmu.
Aku hanya bisa bercerita, setidaknya semoga engkau bisa merenung barang sedetik. Sekali lagi …, belajarlah dari hidupku!!!
Dan tolong doakanlah aku semoga saja suatu saat nanti keberanian itu akan muncul dalam diriku, sehingga aku bisa kembali ke jalan-Nya yang benar.
Mudah-mudahan Allah mendengar doamu meski hanya seorang diantaranya. Tolong doakanlah aku barang semenit saja. Karena saat ini aku benar-benar merasakan ketidakberdayaan sebagai seorang wanita dan sebagai seorang manusia.
“Anakku, maafkan Ibu karena telah merusak fithrahmu, cepatlah besar untuk bisa menentukan sendiri jalan hidupmu.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Semua bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu bapaknyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani, atau majusi.” (HR.Bukhari)
sahabat muslimah khususnya,, setelah apa yang saya dapatkan dari bacaan tersebut!! jagalah dan rawatlah dirimu dari hal hal yang membuat sahabat menjadi jauh kepada sang Illahi ya Rabbi..hormatilah dimu sendiri dengan selalu menjaga pandangan pada kaum adam agar tak menimbulkan mudharatnya..!! semoga artikel ini bermanfaat untuk kaum hawa semuanya!!
sumber :diketik ulang dari buku: “KARENA CINTA AKU MURTAD; kisah-kisah bertabur hikmah dan insprirasi untuk melewati episode keremajaan kamu” Suherni Syamsul, Penerbit: Gen!mirqat, hal 1-11






